Artikel

Riwayat Perjalanan hidup sampai sesukses sekarang ini

Kira-kira tujuh tahun yang lalu ada teman yang pernah berkata kepada saya, “if there is a will, there is a way”. Untuk anak laki-laki yang terbilang memiliki kekurangan  dalam ber komunikasi seperti saya dan juga sama halnya dengan sebagian teman-teman semua di sini hal tersebut belum bisa saya fahami maknanya. Berulang kali saya coba untuk memahami dan menerapkanya di dalam keseharian saya. Tak jarang hal ini membuat saya tak kuasa membenci diri saya yang tidak sempurna. Berkali-kali saya mengasihani dan menyesali diri saya. Hingga akhrinya saya yakin semua yang terjadi dalam diri tidak mungkin buruk semua, pasti ada sesuatu atau ada kebaikan dan keberhasilan yang bisa saya petik.

Saya merangkak naik, saya terus berusaha di tengah gunjingan orang lain tentang keberadaan saya. Sempat beberapa kali orang meragukan kemampuan saya tapi itu tidak sebanding dengan semangat yang saya punya.

Saat ini merupakan bukti salah satu perwujudan dari usaha saya, Bersyukur saya bisa menyandang gelar Sarjana berkat keyakinan saya terhadap kemampuan saya. Saya mengambil Jurusan DKV (Desain komunikasi Visual) Fakultas Teknik pada tahun 2005 silam. Cukup sulit awalnya karena secara kasat mata saya dihadapkan dengan jurusan yang mengedepankan media komunikasi dalam suatu rancangan. Saya banyak diberi kemudahan dan akses untuk bisa melaksanakan pendidikan saya, tapi itu saja tidak cukup. Banyak pengaruh2 dari luar yang tak jarang mematahkan semangat saya. Tapi hal itu tak pernah mematahkan semangat saya untuk terus maju. Dan akhirnya sampai saat ini saya bersyukur bisa meneruskan program gelar magister.

Selama ini saya menekuni bidang fotografi, saya juga mengambil peminatan di bidang fotografi. Alhamdulillah sudah banyak pula prestasi yang saya torehkan dari fotografi ini. Selain menyediakan jasa fotografi saya juga menyempatkan mengajar di almamater saya guna sedikit berbagi pengalaman kepada junior-junior saya yang memiliki kecintaan juga terhadap fotografi. Sampai saat ini sudah banyak klien yang minta untuk diabadikan fotonya dengan hasil jepretan saya dan saya juga menangani beberapa perusahaan besar untuk produk-produk dalam promosinya. Selain itu saya juga menekuni dibidang seni desain untuk kebutuhan komersil pada perusahaan. Pengalaman demi pengalaman saya lewati dan terus menguatkan saya untuk tetap berusaha. Saya bersyukur kepada Allah SWT jika ada yang termotivasi dengan semangat dan prestasi yang saya raih. “tidak ada yang dicapai dengan Cuma-Cuma”, filosofi inilah yang terus saya tekankan dalam meraih cita-cita saya. Semoga apa yang bisa saya kemukakan dapat bermanfaat untuk kebaikan kita semua, amin….

Masalah apa yang paling berat saat Kakak mencaapai Kesuksesan

Tidak jarang orang berusaha menjatuhkan reputasi kakak dan dialaskan kekurangan kakak

Pernahkah kakak Putus asa karena hal tersebut

Kaka sempat merasa putus asa karena hal tersebut, tapi kaka sadar karena kakak anggap hanya Tuhan yang maha adil dan kaka anggap semua masalah adalah tantangan

Bagaimana cara kakak mengatasi masalah tersebut

Ini jawaban sekaligus saran dari kakak, bila kamu menganggap masalah itu beban, kamu mungkin akan menghindarinya. Bila kamu menganggap masalah adalah hadiah, kamu mungkin akan menghadapinya. Anggaplah masalah adalah hadiah yang dapat kamu terima dengan suka cita dengan pandangan tajam, maka kamu akan melihat keberhasilan di setiap masalah

Kesulitan apa yang kakak hadapi sampai sekarang ini

Kalau kesulitan kakak dalam persoalan karier di dunia bisnis dimana  saat kakak berkomuniksi bahasa asing dengan klien asing kakak.

Cara kaka mengatasi masalah itu

Kakak memiliki asisten yang merupakan karyawan dalal suatu usaha kakak

Bagaimana sih menghasilkan foto yang baik  :

Pertanyaan bagus dan kakak menjawab dengan simple, menghasilkan foto yang baik semua berawal dari nol dengan mempelajari tentang estetika ‘keindahan sudut pandang’, ‘keindahan cahaya’ dan lain-lain. Pengalaman demi pengalaman akan dapat merubah persepsi pada sudut pandang estetikanya.

Menurut Kakak Bagaimana Perkembangan fotografi :

FOTOGRAFI yang kita kenal sekarang ini mempunyai sejarah perjalanan yang sangat panjang yang kamu ketahui pada umumnya tentang sejarah fotografi dari awal hingga kini. misalnya dari awal penemuan kamera pada 12 SM silam sampai kini. Dari beberapa sumber artikel yang sama dengan pendapat kakak yang  pada selanjutnya dengan berkembangnya teknologi arus lemah di era 70an, kamera yang semua “full mechanic” berangsur menjadi “full electronic”. Semua penghitungan pencahayaan hingga penggulungan film berlangsung secara elektronik. Segala sesuatu menjadi lebih cepat, lebih mudah dan lebih pasti mutu hasilnya.

Tetapi sementara itu dari sisi yang lain muncul sebuah teknologi baru yang dikenal dengan nama digital. Teknologi digital kemudian berkembang dengan sangat cepat melahap semua segmen teknologi yang ada dalam kehidupan manusia modern – termasuk bidang fotografi.

Secara revolusioner, bahan peka cahaya yang semula berupa unsur-unsur kimia dalam bentuk film itu kini peranannya diambil alih oleh sel-sel peka cahaya yang meneruskan citra digital yang dihasilkan oleh permukaannya ke dalam sebuah memory penyimpanan digital yang setiap diinginkan siap menampilkan image yang disimpannya, melalui sebuah layar monitor – yang terdapat pada setiap kamera digital.

Sebuah ancaman yang sangat serius untuk kamera-kamera konvensional yang menjadi terasa sangat kuno. Terutama bagi fotografer generasi muda.

Pembuatan gambar kini tidak tergantung pada film lagi. Demikian juga hasilnya yang “instant” sangat mengancam kehadiran film dan kelangsungan lab-lab foto tradisional yang ada. Sebagai gantinya, muncul lab digital yang lebih canggih dan akrab lingkungan karena bebas bahan kimia.

Lebih dari itu teknologi digital selain mempermudah proses penyimpanan gambar, turut pula mempercepat pengiriman image dari satu tempat ke tempat lainnya hanya melalui sebuah telpon genggam yang dioperasikan dari sebuah tempat yang jauh dari kehidupan modern, berkat jasa satelit telekomunikasi yang mampu menghubungkan semua bagian dunia ini dengan memanfaatkan Teknologi Informasi di dalamnya yang populer dengan nama Internet.

Dunia Internet yang kita kenal dengan nama dunia virtual atau maya berjalan paralel dengan dunia nyata. Kita dapat menemukan di dalamnya berbagai kegiatan maya dalam bentuk yang kita kenal dengan istilah populer situs di Internet.

Melalui berbagai situs di Internet inilah dunia fotografi menampilkan dirinya dalam bentuk yang sulit dibayangkan sebelumnya.  Jual beli stok foto, Galeri Foto hingga komunikasi interaktif masyarakat foto dapat kita temui di dalamnya.

Tetapi kembali kepada kamera digital, benarkah teknologi yang baru memulai kiprahnya itu akan dapat melahir generasi kamera digital untuk jangka panjang? Sangat sulilt    menjawabnya.

Baru-baru ini seolah muncul dari tempat yang sangat tidak terduga, lahirlah film elektronik yang justru mengancam kelangsungan kamera digital. Bentuk fisiknya sama dengan film biasa, hanya lidah filmnya kaku tidak dapat digulung, terbuat dari chip yang peka cahaya. Memakainya? Cukup dipasang seperti biasa pada rumah film kameramu.

Perbandingan pendapat

Perkembangan Fotografi dari internet

Sejarah fotografi saat ini, berhutang banyak pada beberapa nama yang memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi perkembangan fotografi sampai era digital sekarang. Kita mencatat nama Al Hazen, seorang pelajar berkebangsaan Arab yang menulis bahwa citra dapat dibentuk dari cahaya yang melewati sebuah lubang kecil pada tahun 1000 M. Kurang lebih 400 tahun kemudian, Leonardo da Vinci, juga menulis mengenai fenomena yang sama. Namun Battista Delta Porta, juga menulis hal tersebut, sehingga kemungkinannya dia yang dianggap sebagai penemu prinsip kerja kamera melalui bukunya, Camera Obscura.

Awal abad 17, Ilmuwan Italia, Angelo Sala menemukan bahwa bila serbuk perak nitrat dikenai cahaya, warnanya akan berubah menjadi hitam. Bahkan saat itu, dengan komponen kimia tersebut, ia telah berhasil merekam gambar-gambar yang tak bertahan lama. Hanya saja masalah yang dihadapinya adalah menyelesaikan proses kimia setelah gambar-gambar itu terekam sehingga permanen. Pada 1727, Johann Heinrich Schuize, profesor farmasi dari Universitas di Jerman, juga menemukan hal yang sama pada percobaan yang tak berhubungan dengan fotografi. Ia memastikan bahwa komponen perak nitrat menjadi hitam karena cahaya dan bukan oleh panas. Sekitar tahun 1800, Thomas Wedgwood, seorang Inggris, bereksperimen untuk merekam gambar positif dari citra yang telah melalui lensa pada kamera obscura yang sekarang ini disebut kamera, tapi hasilnya sangat mengecewakan. Akhirnya ia berkonsentrasi sebagaimana juga Schuize, membuat gambar-gambar negatif, pada kulit atau kertas putih yang telah disaputi komponen perak dan menggunakan cahaya matahari sebagai penyinaran.

Tahun 1824, setelah melalui berbagai proses penyempurnaan oleh berbagai orang dengan berbagai jenis pekerjaan dari berbagai negara. Akhirnya pria Perancis bernama Joseph Nieephore Niepee, seorang lithograf berhasil membuat gambar permanen pertama yang dapat disebut FOTO dengan tidak menggunakan kamera, melalui proses yang disebutnya Heliogravure atau proses kerjanya mirip lithograf dengan menggunakan sejenis aspal yang disebutnya Bitumen of judea, sebagai bahan kimia dasarnya. Kemudian dicobanya menggunakan kamera, namun ada sumber yang menyebutkan Niepee sebagai orang pertama yang menggunakan lensa pada camera obscura. Pada masa itu lazimnya camera obscura hanya berlubang kecil, juga bahan kimia lainnya, tapi hasilnya tidak memuaskan.

Agustus 1827, Setelah saling menyurati beberapa waktu sebelumnya, Niepee berjumpa dengan Louis Daguerre, pria Perancis dengan beragam ketetrampilan tapi dikenal sebagai pelukis. Mereka merencanakan kerjasama untuk menghasilkan foto melalui penggunaan kamera.Tahun 1829, Niepee secara resmi bekerja sama dengan Daguerre, tapi Niepee meninggal dunia pada tahun 1833. Dan tanggal 7 Januari 1839,dengan bantuan seorang ilmuwan untuk memaparkan secara ilmiah, Daguerre mengumumkan hasil penelitian. Penelitiannya selama ini kepada Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis. Hasil kerjanya yang berupa foto-foto yang permanen itu disebut DAGUERRETYPE, yang tak dapat diperbanyak / reprint /repro. Saat itu Daguerre telah memiliki foto studio komersil dan Daguerretype tertua yang masih ada hingga kini diciptakannya tahun 1837.
Tanggal 25 Januari 1839, William Henry Fox Talbot, seorang ilmuwan Inggris, memaparkan hasil penemuannya berupa proses fotografi moderen kepada Institut Kerajaan Inggris. Berbeda dengan Daguerre, ia menemukan sistem negatif-positif ( bahan dasar : perak nitrat, diatas kertas). Walau telah menggunakan kamera, sistem itu masih sederhana seperti apa yang sekarang kita istilahkan : Contactprint (print yang dibuat tanpa pembesaran / pengecilan) dan dapat diperbanyak.

Juni 1840, Talbot memperkenalkan Calotype, perbaikan dari sistem sebelumnya, juga menghasilkan negatif diatas kertas. Dan pada Oktober 1847. Abel Niepee de St Victor, keponakan Niepee, memperkenalkan pengunaan kaca sebagai base negatif menggantikan kerta. Pada Januari 1850. Seorang ahli kimia Inggris, Robert Bingham, memperkenalkan penggunaan Collodion sebagai emulsi foto, yang saat itu cukup populer dengan sebutan WET-PLATE Fotografi.

Setelah berbagai perkembangan dan penyempurnaan, penggunaan roll film mulai dikenal. Juni 1888, George Eastman, seorang Amerika, menciptakan revolusi fotografi dunia hasilpenelitiannya sejak 1877. Ia menjual produk baru dengan merek KODAK berupa sebuah kamera box kecil dan ringan, yang telah berisi roll film (dengan bahan kimia Perak Bromida) untuk 100 exposure. Bila seluruh film digunakan, kamera (berisi film) dikirim ke perusahaan Eastman untuk diproses. Setelah itu kamera dikirimkan kembali dan telah berisi roll film yang baru. Berbeda dengan kamera masa itu yang besar dan kurang praktis, produk baru tersebut memungkinkan siapa saja dapat memotret dengan leluasa.Hingga kini perkembangan fotografi terus mengalami perkembangan dan berevolusi menjadi film-film digital yang mutakhir tanpa menggunakan roll film. Itulah perkembangan dunia fotografi hingga masuk era digital.

http://www.facebook.com/group.php?gid=268203650322

Pesan dan saran dari Kak Azie ..

“Mulailah dengan hal kecil, dan jangan berhenti. Bertumbuhlah, belajarlah, dan kembangkan pencapaian anda. Sukses bukan dicapai oleh orang yang memulai dengan hal yang besar, tetapi oleh orang yang memelihara momentumnya dalam waktu yang cukup panjang, hingga pekerjaannya menjadi karya besar”

nieh kegiatan Kak Azie di Studio

Video kegiatannya belum di upload.. Karena net ga Bisa uplod… jdi videonya nyusul yah…^^



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s